Pembangunan Sarana Telekomunikasi, Metro TV Wawancara Kadis Kominfo Dompu

Host Dion Wiyoko mewawancarai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dompu Ir. Fakhrudin A. Wahab, M.Si mengenai pembangunan BTS di Kabupaten Dompu. Jum’at (16/10/2020)
DOMPUKAB.GO.ID – Metro TV melalui hostnya Dion wiyoko (seorang artis ternama di Jakarta), Jum’at (16/10/2020) mewawancarai langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kepala Diskominfo) Kabupaten Dompu Ir, Fahrudin A, Wahab, M.Si. Tema yang diwawancarai mengenai pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Dompu.
Item-item yang ditanyakan antara lain, sejauh apa pembangunan BTS dan akses internet di Dompu hingga saat ini.
Ada berapa total area blank spot yang masih ada di Dompu dan seberapa signifikan pencapain pembangunan. Bagaimana target pembangunan BTS dan fasilitas akses internet di Dompu.
Selain BTS, apalagi program untuk pemerataan akses telekomunikasi dan khususnya program lokal di Dompu. Gimana ketersediaan telekomunikasi dan aksesibilitas internet di Gunung Tambora. Apa program kerja kominfo yang bersinergi dengan aspek pertanian dan atau kesehatan dan seberapa penting telekomunikasi serta aksesibilitas internet di daerah Dompu.
Menanggapi pertanyaan ini, Kepala Diskominfo Dompu Ir. Fakhruddin A. Wahab, M.Si, menyampaikan bahwa BTS yang dibangun oleh provider swasta murni, sebanyak 100 titik sejak tahun 2006-2020 tersebar di semua Kecamatan Se Kabupten Dompu.
Sedangkan BTS KPU USO (Jasa Akses Telekomunikasi dan Informatika di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar ) yang dibangun oleh bakti tahun ini belum ada. “Rencananya tahun depan (2021) akan dibangun sebanyak 8 titik di area blank spot,” jelasnya.
Kadis Kominfo menyebut, akses internet di Kecamatan Se-Kabupaten Dompu sebanyak 49 paket. Diperuntukkan pada sarana pendidikan (SD,SMP,SMA/SMK). Kemudian, sarana kesehatan di puskesmas dan Pustu serta tempat-tempat atau lokasi pariwisata serta pelayanan di kantor desa.
“Total area blank spot di kabupaten dompu sebanyak 10 titik. Jadi, ini hanya sisa 5 persen jumlah area yang belum terjangkau oleh signal,” terangnya.
Lanjut Kadis Kominfo, tahun 2021 target pihaknya adalah 10 titik BTS. Namun, yang akan direalisasikan sebanyak 8 BTS. “Jumlah ini cukup mampu menjangkau wilayah-wilayah blank spot,” ungkapnya.
Sambung Kadis Kominfo, adapun fasilitas akses internet di kabupaten Dompu terasa masih kurang dibandingkan dengan jumlah kebutuhan untuk pelayanan pada sarana pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintah di tingkat desa.
“Program untuk pemerataan akses telekomunikasi khususnya program lokal adalah pengadaan pemasangan wifi di tempat-tempat umum, seperti ditaman kota dan fasilitas belajar anak sekolah,” paparnya.
Kadis Kominfo kembali menyebut,
ketersediaan telekomunikasi dan aksesibilitas internet di Gunung Tambora yaitu sudah terpasang akses internet di rumah wisata POS Jangkauannya lebih kurang radius 200 meter. Untuk memenuhi semua area gunung tambora. InsyaAllah tahun depan setelah terbangunnya BTS dari Bakti.
“Program kerja kominfo yang bersinergi dengan aspek pertanian dan atau kesehatan yaitu pemasangan akses internet di beberapa desa, sudah bisa dimanfaatkan oleh petani dan di pasar pertanian sekitar dan Tempat pelelangan Ikan (TPI) untuk berkomunikasi,” tuturnya.
Diakhir pertanyaannya, Dion Wiyoko juga mempertanyakan seberapa penting telekomunikasi dan aksesibilitas internet di daerah Dompu?
Kadis Kominfo pun menjelaskan, hal itu sangat penting karena tanpa internet komunikasi akan terhambat terkhusus di wilayah-wilayah terpencil dan sulit untuk dijangkau oleh pelayanan publik. (TM KOMINFO)