Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste 2023 Menuju NTB Gemilang dan Dompu Sehat, Wakil Gubernur NTB Kunker di Desa Ta’a

Thursday, October 22nd 2020. | BERITA, KEAGAMAAN, SOSIAL dan KEPENDUDUKAN

sambutan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Wakil Guberner), dalam kegiatan Revitalisasi Posiandu dan Zero Waste (21/10/2020)

DOMPUKAB.GO.ID – Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd bersama rombongannya, Rabu (21/10/2020) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di lapangan Bola Desa Ta’a Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu.

Kunjungan ini, dalam rangka Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste 2023 menuju NTB Gemilang dan Dompu sehat dengan program unggulan Puskemas Kempo Posyandu Keluarga Integrasi Bank Sampah dan Bank Sampah sahabat Puskesmas.

Kepala Desa (Kades) Ta’a Kecamatan Kempo Sanusi, melalui sambutannya pada acara ini menyampaikan, beberapa hal bahwa di Desa Ta’a ada sebanyak 6 Dusun, 24 RT dan 7 Posyandu.

“Alhamdulillah, semua Posyandu ini sudah berintegrasi dengan Posyandu keluarga. Jumlah anggota Kader Posyandu Tahun 2019 lalu sebanyak 35 orang dan jumlahnya bertambah untuk Tahun 2020 khusus menangani sampah,” ungkap Kades.

Kades menyebut, kader posyandu ini diberikan insentif yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pada tahun 2019 kemarin nilai insentifnya RP 150 ribu per-orang (perbulan). “Tahun 2020 dana insentifnya menjadi RP 100 ribu per-orang karena dipotong untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Kades berharap kepada Wakil Gubernur NTB, agar bagaimana kader posyandu ini bisa dibantu dalam hal seragam satu warna. Pada kesempatan ini pun, ia juga menjelaskan mengenai BUMDes yang dianggarkan sejak Tahun 2016 lalu dan nilainya RP 50 Juta pertahun.

“Tahun 2016 kemarin tidak jalan, maka itu dengan hasil musyawarah yakni mengganti pengurus BUMDes . Alhamdulillah, setelah diganti pengurus, kami telah menyerahkan anggaran itu kepada pengurus yang baru sejak Tahun 2017. Mengingat masyarakat di Desa ini banyak yang bertani sehingga kami menamakannya Posyandu Jagung Merah,” paparnya.

Kades menyebut, di Desa ini ada 2 Masjid di dua dusun yang direhab yakni masjid Baiturrahim yang direhab sejak 2017 dengan anggaran Swadaya. Begitu juga dengan Masjid di dusun lainnya juga kami rehab. “Kami sangat berharap Wakil Gubernur NTB bisa membantu bantuan dana untuk masjid masjid ini,” harapnya.

Disela waktu, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, yang diwakili Sekda Dompu Drs. H. Muhibudin M.Si, juga menyampaikan salam hormat dari Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang saat ini tidak bisa hadir karena kondisinya masih sakit. “Mari kita sama sama mendoakan untuk kesembuhan beliau berdua (Bupati dan Wakil Bupati Dompu),” ujarnya.

Sekda menyebut, pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilakukan oleh semua komponen bangsa dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi semua orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya.

“Terciptanya masyarakat yang sehat dan tangguh sebagai modal ketangguhan suatu bangsa dan keterlibatan semua komponen baik pemerintah dan masyarakat di dalam pembangunan kesehatan,” jelasnya.

Lanjut Sekda, pihaknya mengharapkan kegiatan posyandu keluarga berintegrasi dengan Bank sampah dapat menjadi contoh yang baik untuk dikembangkan dan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Dompu.

“Pelayanan melalui Posyandu keluarga sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga derajat kesehatan Dompu dapat meningkat,” katanya.

Menurut Sekda, dengan kegiatan posyandu keluarga, masalah stunting dapat dituntaskan di Kabupaten Dompu, termasuk masalah kesehatan lainnya.

“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari lintas sektor terkait dan masyarakat termasuk dari Kader yang terlibat langsung dalam kegiatan posyandu keluarga,” tuturnya.

Sambung Sekda, pada kesempatan ini pun dirinya juga menyampaikan perkembangan Posyandu di Kabupaten Dompu. Jumlah Posyandu di daerah ini sebanyak 438 yang terdiri dari 43 Posyandu konvensional dan 395 Posyandu keluarga.

“Jumlahyang ada di Kecamatan Kempo sebanyak 35 Posyandu yang 100 persen sudah menjadi Posyandu keluarga dan sudah berintegrasi dengan bank sampah,” terangnya.

Lanjut Sekda, selama pandemi Covid-19, Posyandu tetap dilaksanakan. Hanya saja, strateginya berubah dengan standar standing party yang dimana siapa yang datang lebih awal akan mendapatkan pelayanan yang lebih awal pula untuk menghindari kerumunan alias menerapkan 3 M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Perkembangan kasus Covid-19 Kabupaten Dompu. Dimana jumlahnya sebanyak 184 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang masih Diisolasi 12 orang. Yang sudah sembuh (selesai isolasi) 163 orang dan yang meninggal 9 orang,” bebernya.

Disela waktu juga, Wakil Gubernur (Wagub) NTB Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, sebelum mengawali sambutanya mengajak para pihak yang hadir untuk bersama sama mendoakan kesembuhan untuk Bupati dan Wakil Bupati Dompu dengan membaca surat Al-fatiha.

“In Shaa Allah, dengan doa kita bersama beliau berdua (Bupati dan Wakil Bupati Dompu) akan segera pulih,” ujarnya.

Wagub menyebut, berbicara Kabupaten Dompu kalau dihubungkan dengan Posyandu keluarga, daerah ini paling terdepan. “Dari 10 Kabupaten dan Kota di NTB ini yang paling progresif pembentukan posyandu keluarga adalah Dompu,” ungkapnya.

Menurut Wagub, hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Dompu perduli dengan masalah kesehatan khsususnya kesehatan masyarakat yang betul betul ada ujung tombaknya karena Posyandu ini ada di dusun (desa).

“Kalau Posyandu kita intervensi dengan edukasi edukasi yang baik, maka tidak hanya masalah kesehatan yang bisa kita atasi, tapi juga masalah sosial ekonomi bisa teratasi,” katanya.

Lanjut Wagub, Pandemi kesehatan mengajarkan semuanya agar mengutamakan kesehatan. Posyandu Keluarga tidak hanya melayani anak dan ibu hamil, tapi seluruh keluarga bisa dilayani. dengan begitu, dari ibu hamil, bayi hingga lansia bisa dilayani sesuai dengan kebutuhannya.

“Di Kecamatan Kempo masyarakat mayoritas bertani jagung, asalkan bertani tidak mengganggu lingkungan dan tanpa merusak lingkungan dan hutan,” sarannya.

Tambah Wagub, saat ini, masker menjadi satu-satunya tameng yang bisa menghindari kita dari Covid-19. Maka itu, dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat yang hadir pada kesempatan ini, untuk terus menjaga kesehatan.

“Kesehatan merupakan salah satu modal untuk beribadah, Sehat merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, untuk disyukuri,” terang Wagub sembari menutup sambutannya.

Sebelumnya, ada Kunker kali ini Wagub bersama rombongan tiba di lokasi kegiatan disambut oleh jajaran Pemda Dompu dan lainnya. Bahkan sebelum memasuki arena atau lokasi kegiatan, Wagub bersama rombongan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 berupa pemeriksaan suhu badan dan mencuci tangan dengan menggunakan Sanitizer yang dilakukan secara langsung oleh petugas kesehatan.

Setelah itu, Wagub bersama rombongan disambut dengan tarian Wura Bongi Monca (pengucapan dalam bahasa daerah Bima Dompu).

Hadir pada kegiatan ini yakni
Bupati Dompu diwakili Sekda Dompu Drs. H. Muhibuddin, M.Si bersama jajaran Pemkab Dompu termasuk para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hadir juga, Dandim 1614/Dompu di eakili Danramil 1614-03/Kempo Kapten Inf. M. Yamin, Kapolres Dompu di wakili oleh Kapolsek Kempo AKP I. Made Kartika,
Kepala Desa Ta’a Sanusi, Babinsa Desa Ta’a Serda Saiful, Bhabinkamtibmas Desa Ta’a Bripka Ibrahim, Kader Posyandu, masyarakat dan undangan lainnya.

Kegiatan ini pun, diawali dengan
pembacaan doa bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan Masker secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTB kepada Kades Ta’a. Kemudian, dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya. (TM KOMINFO)

 

Related For Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste 2023 Menuju NTB Gemilang dan Dompu Sehat, Wakil Gubernur NTB Kunker di Desa Ta’a