Abad ke-14
Kerajaan Dompu
Kerajaan Dompu merupakan salah satu kerajaan tertua di Pulau Sumbawa, berdiri sekitar abad ke-14. Dipimpin oleh raja-raja yang bijaksana, kerajaan ini menjalin hubungan dagang dengan kerajaan lain seperti Gowa, Majapahit, dan Makassar. Nilai-nilai adat dan sistem pemerintahan lokal mulai terbentuk pada masa ini.
Abad ke-17
Pengaruh Kolonial
Pada abad ke-17, pengaruh bangsa Eropa mulai terasa di wilayah Dompu. Belanda datang untuk menguasai jalur perdagangan di Pulau Sumbawa. Namun, rakyat Dompu tetap mempertahankan kedaulatan dan budaya lokal di tengah tekanan kolonialisme.
1945
Dompu Bergabung dengan Republik Indonesia
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, rakyat Dompu menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia. Semangat perjuangan dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun daerah ini pasca kemerdekaan.
1970–2000
Era Pembangunan dan Pertanian
Pada masa Orde Baru, Dompu berkembang pesat di sektor pertanian, terutama dengan program intensifikasi tanaman pangan dan perkebunan. Infrastruktur seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit mulai dibangun, menjadikan Dompu sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di NTB.
2000–Sekarang
Era Modern & Digitalisasi
Di era modern, Kabupaten Dompu fokus pada pembangunan berkelanjutan dan digitalisasi pemerintahan. Program smart city, layanan publik berbasis teknologi, dan pengembangan sektor pariwisata seperti Gunung Tambora dan Pantai Lakey menjadi prioritas utama.
